Bulan Ramadhan selalu dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan bagi umat Islam. Namun, tidak sedikit orang yang merugi di bulan suci ini karena tindakan yang menggugurkan pahala puasanya. Menjalankan puasa Ramadhan ternyata bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menghindari perilaku yang bisa menghilangkan nilai ibadah puasa itu sendiri. Dalam tinjauan fikih, puasa dibahas berdasarkan keabsahan secara syariat yang meliputi syarat, fardhu atau rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Lebih dari itu, kita juga perlu mengetahui dan berupaya menjauhi hal-hal yang bisa merusak kualitas puasa. Puasa Ramadhan harus menjadi sebuah momentum untuk meninggalkan maksiat. Hal itu tidak lepas dari hadits Rasulullah SAW: كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i). ...
Blog Literasi Pelajar