Patebon, 14 Mei 2026 – Pasca sukses menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Mandiri beberapa waktu lalu, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wonosari Patebon mengadakan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang kedua. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk ziarah bersama dan napak tilas tokoh ulama di Maqbaroh KH Chumaidi Umar pada Kamis pagi (14/5).
Acara ini diikuti oleh seluruh alumni Makesta Mandiri PR IPNU-IPPNU tahun 2026. Kehadiran para kader kader baru IPNU-IPPNU ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritualitas serta mengenal lebih dekat sejarah perjuang ulama di Kendal, khususnya yang berada di wilayah Desa Wonosari.
Ziarah ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan upaya refleksi bagi para anggota baru IPNU-IPPNU. Panitia pelaksana menekankan bahwa memahami biografi dan jasa KH Chumaidi Umar sangat penting agar kader memiliki landasan ideologis yang kuat dalam berkhidmat di organisasi.
Perlu diketahui bahwa KH. Chumaidi Umar merupakan salah satu tokoh NU yang masyhur di wilayah Kendal. Beliau pernah menjadi rais syuriah MWCNU Patebon selama 2 periode. Di tingkat kabupaten beliau berkali-kali diminta oleh para kyai sepuh agar bersedia menduduki jabatan rais syuriah, namun beliau belum bersedia, karena merasa masih banyak yang lebih pantas, beliau hanya bersedia menduduki wakil syuriah. Selain aktif di NU, KH.Chumaidi Umar juga seorang khalifah-mursyid Thariqat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang dibaiat langsung ole KH.Muslih bin Abdurrahman Pengasuh PP. Futuhiyah Mranggen-Demak.(sumber: ulama Nusantara center)
Dalam sambutannya, Rekanita Dina Amelina Dzikriah ketua PR IPPNU Desa Wonosari menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni Makesta yang telah menyempatkan waktunya untuk mengikuti acara ini. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi amaliyah warga NU di tengah arus modernisasi.
"Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian Ziarah ini adalah cara kita menyambung sanad perjuangan. Sebagai alumni Makesta, kalian tidak boleh hanya pintar berorganisasi, tetapi juga harus memiliki kedekatan batin dengan ulama yang telah berjuang di NU, terkhusus di Wonosari " ujar Rekanita Amel.
Kegiatan RTL merupakan fase krusial dalam pengkaderan IPNU-IPPNU. Melalui napak tilas ini, diharapkan para peserta tidak hanya berhenti pada tahap kelulusan formal, tetapi benar-benar paham akan NU beserta amaliahnya dalam kehidupan sehari hari.
Salah satu alumni Makesta, M.Ilham Khoir mengatakan bahwa dia baru mengetahui ternyata di Desa Wonosari ada salah satu tokoh yang cukup masyhur di wilayah Kendal, dengan demikian ia menjadi semangat untuk berkhidmat melanjutkan perjuangan sang kyai.
“saya pribadi baru tahu ternyata di Wonosari ini, ada tokoh kharismatik dan cukup masyhur di daerah Kendal, dengan mengetaahui biografi beliau memotivasi saya sebagai anggota baru IPNU untuk terus semangat berkhidmat " ucapnya saat berziarah.
setelah membacakan tahlil, bersama acara ditutup dengan foto bersama seluruh alumni dan juga panitia makesta di area makam.
Kontributor : Puji Lestari
Editor : Auliya Rizqiana Safitri
Komentar
Posting Komentar