Sosialisme
Secara etimologi, istilah
sosialisme atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah socialism berasal
dari bahasa Perancis, yaitu “sosial” yang berarti “kemasyarakatan”. Secara
historis, istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar tahun
1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran atau pandangan yang
masing-masing hendak mewujudkan masyarakat yang berdasarkan pada hak milik
bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi
diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya
memperoleh laba, semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Secara terminologi, istilah
sosialisme dipahami secara bermacam-macam oleh para tokoh. Franz Magnis-Suseno
misalnya, menulis bahwa sosialisme merupakan:
1)
ajaran
dan gerakan yang menganutnya bahwa keadaan sosial tercapai melalui penghapusan
hak milik pribadi atas alat-alat produksi,
2)
Keadaan
masyarakat di mana hak milik pribadi atas alat-alat produksi telah dihapus. Selain
itu ada juga Sosialisme Ilmiah yang diklaim oleh Karl Marx.
Marx mengklaim bahwa sosialismenya
adalah sosialisme ilmiah. Sosialisme ilmiah yang dimaksud adalah yang mau
memperlihatkan dengan meniliti hukum-hukum perkembangan masyarakat bahwa
sosialisme dalam artian tersebut pasti akan datang.
Pandangan
Pokok Sosialisme
1. Sosialisme beranggapan bahwa
pemilikan bersama merupakan cara hidup yang paling baik, dengan sedikit hak
milik atau tidak ada hak milik sama sekali.
2. Sosialisme tidak menyukai adanya
hak milik pribadi karena hak milik pribadi membuat manusia egois dan
menghancurkan keselarasan masyarakat yang alami..
3. Sosialisme menginginkan
pengorganisasian produksi oleh negara sebagai saran untuk menghapus kemiskinan
dan penghisapan orang kecil.
4. Sosialisme menyerukan persamaan hak
bagi semua lapisan, golongan, dan kelas masyarakat dalam menikmati
kesejahteraan, kekayaan dan kemakmuran.
5. Sosialisme menginginkan pembagian
keadilan dalam ekonomi.
6. Tugas negara adalah mengamankan
sebanyak mungkin faktor produksi untuk kesejahteraan seluruh rakyat, dan bukan
terpusat pada kesejahteraan pribadi.
7. Sosialisme menganggap bahwa negara
adalah lembaga di atas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih.
8. Sosialisme menganggap bahwa
kapitalisme memiliki sifat yang jahat, yaitu: kapitalisme menghasilkan sistem
kelas; kapitalisme adalah sistem yang tidak efisien; dan kapitalisme merusak
sifat manusia karena cenderung membuat orang berlaku kompetitif, tamak, egois,
dan kejam.
9. Nilai-nilai utama dalam sosialisme
adalah kesamaan, kerja sama, dan kasih sayang.
10. Produksi dilakukan atas dasar
kegunaan dan bukan untuk mencari keuntungan semata-mata.
11. Persaingan yang kompetitif
digantikan dengan perencanaan.
12. Setiap orang bekerja demi komunitas
dan memberi kontribusi pada kebaikan bersama sehingga muncul kepedulian
terhadap orang lain.
Tokoh-tokoh
sosialisme
1. Francois-Emile Babeuf
Babeuf merupakan orang pertama yang
menyuarakan cita-cita sosialisme dan akan menjadi acuan kaum sosialis garis
keras. Francois Noel Babeuf merupakan anggota klub kaum Jakobin dari fraksi
radikal dalam revolusi di Perancis.
2.
Robert
Owen
Robert owen adalah seorang ahli
ekonomi serta pengusaha yang manusiawi dan sosial. Ia berpendapat bahwa tatanan
industrial, sistem keuangan, upah dan pendidikan perlu direformasi karena
dengan begitu ia meyakini reformasi itu tidak hanya menguntungkan kaum buruh
namun juga kaum kapitalis sendiri.
3.
Louis
Auguste Blanqui
Blanqui (1805-1881) adalah seorang
revolusioner yang hendak mencapai cita-cita sosialisme melalui pemberontakan kaum
buruh. Aliran Blanquisme merupakan pemberontakan rakyat yang terorganisir yang
hasilnya adalah kediktatoran rakyat, yang akan mengambil alih kekuasaan kaum
kaya dan mewujudkan kesamaan.
4.
Piere-Joseph
Proudhon
Ia berpendapat bahwa ada sebuah
tatanan masyarakat “alami” dan bahwa manusia sejak kelahirannya memiliki
hak-hak azasi tertentu: yaitu hak atas kebebasan, kesamaan, dan kedaulatan
pribadi.
Komunisme
Komunis mulai populer dipergunakan
setelah revolusi di tahun 1830 di Peracis. Suatu gerakan revolusi yang
menghendaki perubahan pemerintahan yang bersifat parlementer dan dihapuskannya
raja. Istilah komunis, awalnya mengandung dua pengertian. Pertama, ada
hubungannya dengan komune (commune) suatu satuan dasar bagi wilayah negara yang
berpemerintahan sendiri, dengan negara itu sendiri sebagai federasian komune-komune
itu. Kedua, ia menunjukkan milik atau kepunyaan bersama. Pada esensinya adalah
sebuah alra berfikir berlandaskan kepada atheisme, yang menjadikan materi
sebagai asal segala-galanya. Ditafsirkannya sejarah berdasarkan pertarungan
kelas faktor ekonomi.
Prinsip semua adalah milik rakyat
dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme
sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut
anti liberalisme. Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya,
dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang
rasional dan nyata. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya
Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme
diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada
tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam,
Korea Utara, Kuba dan Laos.
Komunisme adalah doktrin mengenai
keadaan bagi kemerdekaan proletariat. Bahwa terwujudkanya komunisme membutuhkan
keniscayaan terciptanya proletariat, dan proletariat adalah Proletariat
merupakan kelas dalam masyarakat yang hidup hanya dengan menjual tenaga
kerjanya dan tidak menarik keuntungan dari mana-mana jenis kapital; kebiluran
dan kesengsaraan mereka, hidup dan mati mereka, kewujudan semenamena mereka
bergantung kepada keperluan tenaga pekerja–dan oleh kerana itu, bergantung
kepada keadaan perniagaan yang senantiasa berubah, dan ketidak-tentuan
persaingan yang tidak terkawal. Proletariat, atau kelas proletariat, merupakan,
dalam sekata dua, kelas pekerja abad ke-19.
Komunisme
masa kini menitik beratkan empat ide:
1) Sekelumit kecil orang hidup dalam
kemewahan yang berlimpah, sedangkan kaum pekerja yang teramat banyak jumlahnya teramat
sengsara.
2) Cara untuk merombak ketidakadilan
ini adalah dengan jalan melaksanakan sistem sosialis, yaitu sistem dimana alat
produksi dikuasai negara dan bukannya oleh pribadi atau swasta.
3) Pada umumnya, satu-satunya jalan
paling praktis untuk melaksanakan sistem sosialis ini adalah lewat revousi
dengan kekerasan.
4) Untuk menjaga kelanggengan sistem
sosialis harus diatur oleh kediktatoran partai Komunis dalam jangka waktu yang
memadai.
Ciri-ciri
inti masyarakat komunis adalah;
1) penghapusan hak milik pribadi atas
alat-alat produksi.
2) penghapusan kelas-kelas sosialisme.
3) menghilangnya negara.
4) pengahpusan pembagian kerja.
Kelas-kelas tidak perlu dihapus
secara khusus sesudah kelas kapitalisme ditiadakan karena kapitalisme sendiri
sudah mengahapus semua kelas, sehingga hanya tinggal proletariat.
Prinsip
komunisme;
1) yang dimasud dengan ideologi
komunisme ialah sistem politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan berdasarkan
ajaran Marxisme-Leninisme.
2) ideologi komunis yang berasal dari
pemikiran Marx memberikan ekspresi harapan. Filsafat Marx yang komunis telah
menyadarkan janji penyelamatan sosial.
3) orang komunis percaya bahwa
historical materialis, sebab mereka memandang soal-soal spiritual hanya sebagai
efek sampingan hakikat dari keadaan perkembangan materi termasuk ekonomi.
Tokoh-
tokoh komisme adalah Karl Marx (1770-1831), Fredrich Engels (1820-1895), dan Vladimir
Lenin.
Kontributor
: Siti Nur Saidah
Editor : Ahmad Robith

Komentar
Posting Komentar