Langsung ke konten utama

IDEOLOGI DUNIA : IDEOLOGI TAUHID PADA MASA KENABIAN MUHAMMAD SAW



Pada masa kenabian Muhammad SAW. Merupakan masa Jahiliah(kebodohan). Dimana manusia sering melakukan kemaksiatan, kemusrikan, dan kejahatan, Pada masa itu Manusia kehilangan Hakikat sesungguhnya sebagai insan manusia. Kedatangan Nabi Muhammad ke bumi yaitu untuk menyadarkan umat manusia agar menuju jalan yang benar dan jauh dari kemaksiatan, kemusrikan dan kejahatan.

Banyak metode metode yang digunakan Nabi Mummad SAW. Dalam mengajarkan pemahaman atau pola pikir agar manusia tidak terjebak didalam hal tersebut. Yang paling utama diajarkan yaitu pemahaman tentang Ideologi TAUHID.

Nabi Muhammad SAW, membawa ajaran Islam untuk diajarkan ke dunia, dan Islam tidak akan lepas dengan pemahaman TAUHID. Ideologi Tauhid adalah suatu sistem pemikiran yang menekankan keesaan Allah dan ketunggalan-Nya sebagai satu satu nya Tuhan yang patut di sembah dan ditaati. Ada beberapa penekanan didalam IDEOLOGI TAUHID, diantaranya :

1.  Keesaan Allah: Tauhid menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang ada, dan bahwa tidak ada yang lain yang memiliki sifat-sifat ilahiyah seperti Allah.

2.  Ketunggalan Allah: Tauhid juga menekankan bahwa Allah tidak memiliki sekutu atau tandingan, dan bahwa tidak ada yang dapat menyamai atau menandingi-Nya.

3.  Pengakuan akan keesaan Allah: Tauhid adalah pengakuan akan keesaan Allah dan pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan ditaati.

Nabi Mummad SAW. menggunakan Ideologi TAUHID dalam penyebaran ajaran islam bukan tanpa sebab, Banyak faktor Mengapa penyebaran Ideologi Tauhid harus diterapkan pada masa itu, selain berkesinambungan dengan ajaran islam ada faktor lain, yaitu Diantaranya :

1.  Kurangnya pengetahuan agama: Masyarakat Arab pada masa itu tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama dan nilai-nilai moral.

2.  Kemusyrikan: Masyarakat Arab pada masa itu banyak menyembah berhala dan melakukan praktik- praktik kemusyrikan lainnya.

3.  Ketidakadilan sosial: Masyarakat Arab pada masa itu ditandai dengan ketidakadilan sosial, seperti perbudakan, penindasan terhadap kaum lemah, dan ketidaksetaraan hak.

4.  Kebiasaan buruk: Masyarakat Arab pada masa itu memiliki kebiasaan buruk, seperti perjudian, minuman keras, dan perzinahan.

5.  Kurangnya kepemimpinan yang efektif: Masyarakat rab pada masa itu tidak memiliki kepemimpinan yang efektif dan adil, sehingga menimbulkan kekacauan dan ketidakstabilan.

6.  Pengaruh budaya: Masyarakat Arab pada masa itu dipengaruhi oleh budaya-budaya lain yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral dan agama.

7.  Kurangnya pendidikan: Masyarakat Arab pada masa itu memiliki akses terbatas pada pendidikan, sehingga menyebabkan keterbelakangan dan kebodohan.

Dampak dari Nabi Muhammad SAW, mengajarkan Islam dan penerapan Ideologi Tauhid selain menjauhkan manusia dari hal hal kemaksiatan dan kejahatan ada beberapa dampak lain nya diantaranya :

1.  Pembentukan pandangan dunia: Ideologi Tauhid membentuk pandangan dunia umat Muslim tentang keesaan Allah dan ketunggalan-Nya.

2.  Pengarahan perilaku: Ideologi Tauhid mengarahkan perilaku umat Muslim untuk hanya menyembah dan mentaati Allah, dan untuk menghindari perbuatan yang dapat merusak keesaan Allah.

3.  Kuatnya spiritualitas: Ideologi Tauhid dapat menjadi sumber kekuatan spiritual bagi umat Muslim, dan membantu mereka menghadapi tantangan dan kesulitan hidup.

Ideologi Tauhid merupakan landasan utama agama Islam yang membentuk pandangan dunia dan perilaku umat Muslim. Dengan memahami keesaan Allah, umat Muslim dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Oleh karena itu, pemahaman ideologi Tauhid sangat penting bagi umat Muslim untuk memahami ajaran Islam

dengan lebih baik.

 

Kontributor : M. Afthonil Atqo

Editor          : Ahmad Robith

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Momentum Hari Buku Nasional, IPNU Kendal Dorong Pelajar NU Tingkatkan Budaya Membaca

Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting bagi para pelajar untuk kembali meneguhkan budaya literasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal menilai buku tetap menjadi peran sentral dalam membentuk kualitas intelektual dan karakter generasi muda. Di tengah kebiasaan generasi muda yang semakin sibuk dengan pekerjaan dan media sosial, budaya membaca menjadi tantangan sekaligus kebutuhan yang mendesak. Buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga mampu melatih kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta membangun kedalaman analisis dalam memahami berbagai persoalan. Sekretaris PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kendal, M. Yulian Nur Ichsan, mengatakan bahwa Hari Buku memiliki keterkaitan erat dengan nilai dasar organisasi IPNU yang tertuang dalam trilogi “belajar, berjuang, dan bertakwa.” Menurutnya, konsep belajar dalam IPNU tidak semata-mata dimaknai se...

Hasil Konferancab XVII PAC IPNU-IPPNU KOTA KENDAL : Semoga Menghasilkan Ketua Terpilih yang Dapat Membawa Kebermanfaatan

    Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kota Kendal menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU IPPNU XVII pada 8 Juni 2025. Acara ini dilaksanakan di SMA NU 01 Al Hidayah Kendal dengan mengundang dari MWC NU Kecamatan Kendal, Banom NU Kecamatan Kendal, PC IPNU - IPPNU KENDAL, PC IPM Kendal serta beberapa stakeholder terkait. Selain itu, lokasi tersebut dipilih karena tempatnya yang strategis dan fasilitas cukup memadai, serta pengenalan salah satu sekolah yang ada dibawah naungan LP Ma'arif NU. Ketua Panitia Konferancab, Jaka Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi program kerja serta memilih ketua untuk masa khidmat dan masa bakti selanjutnya. Dalam pencalonan ini terdiri beberapa calon yang sudah direkomendasikan oleh beberapa Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) yang ada di Kecamatan Kendal. Ketua Tanfidziah MWC NU Kendal, KH. Mokh A...

Makrab 2026 DKC CBP KPP Kabupaten Kendal Perkuat Kaderisasi dan Soliditas Antaraanggota

Kendal — Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Brigade Pembangunan (CBP) Korp Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Malam Keakraban (Makrab) 2026 di kawasan wisata Curug Sewu, Patean, pada Sabtu-Minggu, 2–3 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti 97 peserta se DKAC Kabupaten Kendal dan Turut dihadiri Ketua DPRD Kendal,Wadanas DKN CBP, Pembina CBP,Alumni CBP KPP,Pengurus PC IPNU IPPNU Kendal & Syuriah dan Tanfidziyah  PR Curug sewu Patean kegiatan Tersebut menjadi ajang peningkatan kapasitas kader sekaligus mempererat chemistry dan silaturahmi antaranggota CBP KPP se-Kabupaten Kendal. Kegiatan yang diikuti kader CBP KPP dari berbagai kecamatan itu diisi dengan diskusi kaderisasi, konsolidasi organisasi, hingga aksi sosial berupa bersih-bersih lingkungan di kawasan Curug Sewu dan Curug Telu. Ketua DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, dalam sambutannya menekankan pentingnya kaderisasi dalam organisasi. Menurutnya, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kem...